A. Hakikat Perubahan Sosial Budaya
Perubahan dirasakan oleh hampir semua manusia dalam masyarakat, mengingat
manusia memiliki kebutuhan yang tidak terbatas. Perubahan itu dapat terjadi di
berbagai aspek kehidupan, seperti peralatan dan perlengkapan hidup, mata
pencaharian, sistem kemasyarakatan, bahasa, kesenian, sistem pengetahuan, serta
religi/keyakinan.
1. Peralatan dan perlengkapan hidup mencakup pakaian,
perumahan, alat-alat rumah tangga, senjata, alat produksi, dan transportasi.
Sebagai contoh, pada zaman nenek moyang kita memasak makanan dengan cara
membakarnya, sekarang di zaman modern memasak makanan menggunakan alat modern
seperti oven atau membeli makanan yang diawetkan.
2. Mata pencaharian dan sistem ekonomi meliputi pertanian, peternakan, dan
sistem produksi. Sebagai contoh, kaum laki-laki bekerja dengan cara berburu
atau pekerjaan lainnya, sedangkan kaum perempuan tinggal di rumah mengurus
rumah tangga dan mengasuh anak. Sekarang kaum perempuan dapat juga bekerja dan
mata pencaharian untuk kaum laki-laki tidak hanya berburu saja, tetapi sudah
beragam jenisnya.
3. Sistem kemasyarakatan mencakup sistem kekerabatan,
organisasi politik, sistem hukum, dan sistem perkawinan. Sebagai contohnya,
pada masa kehidupan belum begitu kompleks orang-orang yang ada ikatan darah
atau keluarga selalu hidup bersama dalam satu rumah. Saat ini ikatan masyarakat
tidak hanya berdasarkan hubungan kekerabatan, tetapi juga karena profesi, dan
hobi yang sama seperti ikatan motor gede (MOGE), orari (radio amatir).
4. Bahasa dahulu disampaikan secara lisan. Sekarang bahasa dapat disampaikan
melalui beragam media, seperti tulisan, sandi, dan sebagainya.
5. Kesenian mencakup seni rupa, seni suara, dan seni tari. Sebagai contoh,
orang Jawa menganggap bahwa sebuah rumah yang indah jika bernuansa gelap,
sekarang masyarakat Jawa banyak menyukai rumah yang bernuansa terang ataupun
pastel.
6. Sistem pengetahuan berkaitan dengan teknologi. Dahulu kala sistem
pengetahuan hanya berpedoman pada alam atau peristiwa alam. Sekarang ini sistem
pengetahuan terus berkembang seiring berkembangnya teknologi.
7. Religi atau sistem kepercayaan dahulu kala berwujud sistem keyakinan dan
gagasan tentang dewa, roh halus, dan sebagainya. Oleh karena itu, segala
kegiatan manusia dikaitkan dengan kepercayaan berdasarkan getaran jiwa. Namun,
sekarang aktivitas manusia banyak yang dikaitkan dengan akal dan logika.
Perubahan di berbagai bidang sering disebut sebagai perubahan sosial dan
perubahan budaya karena proses berlangsungnya dapat terjadi secara bersamaan.
Perubahan
sosial juga diartikan sebagai perubahan fungsi kebudayaan dan perilaku manusia
dalam masyarakat dari keadaan tertentu ke keadaan lain.
Berikut
ini pengertian perubahan sosial yang dikemukakan oleh para ahli sosiologi.
1. Max Iver mengemukakan bahwa perubahan sosial berarti perubahan dalam
hubungan sosial atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial
(dalam buku A Text Book of Sociology).
2. Gillin menyatakan bahwa perubahan sosial merupakan variasi cara-cara hidup yang
telah diterima baik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan material,
komposisi penduduk, ideologi, maupun karena adanya difusi ataupun penemuan baru
dalam masyarakat (http://id.wikipedia.com/wiki/perubahan sosial budaya).
3. Kingsley Davis mengemukakan perubahan sosial sebagai perubahanperubahan yang
terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat (dalam buku Human Society).
4. Bruce J. Cohen menyatakan bahwa perubahan sosial adalah perubahan struktur
sosial dalam organisasi sosial sehingga syarat dalam perubahan itu adalah
sistem sosial, perubahan hidup dalam nilai sosial dan budaya masyarakat (dalam
buku Sosiologi: suatu pengantar: terjemaahan).
5. Roucek dan Warren mengartikan perubahan sosial sebagai perubahan dalam
proses sosial atau dalam struktur masyarakat (dalam buku Sociology).
6. Selo Sumardjan mengartikan perubahan sosial adalah segala perubahan pada
lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat (dalam buku Perubahan
Sosial di Yogyakarta).
Jadi, dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah
perubahan struktur dan fungsi sosialnya. Oleh karena itu, perubahan sosial
berkaitan erat dengan perubahan kebudayaan dan seringkali perubahan sosial
berakibat pada perubahan budaya. Jika pengertian perubahan sosial telah
diuraikan di atas maka apakah yang dimaksud dengan perubahan sosial budaya itu?
Berikut
ini pengertian perubahan sosial budaya dari beberapa tokoh :
1. Max Weber berpendapat bahwa perubahan sosial budaya adalah perubahan situasi
dalam masyarakats ebagai akibat adanya ketidaksesuaian unsur-unsur (dalam buku
Sociological Writings).
2. W. Kornblum berpendapat bahwa perubahan sosial budaya adalah perubahan suatu
budaya masyarakat secara bertahap dalam jangka waktu lama (dalam buku Sociology
in Changing World).
B. Perbedaan dan Hubungan Perubahan Sosial dan Budaya
Perubahan sosial dan budaya
memiliki keterkaitan yang sangat erat sekali. Suatu perubahan sosial pastilah
akan memberikan pengaruh terjadinya perubahan budaya. Perubahan kebudayaan
mencakup semua bagiannya, yaitu kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi filsafat,
dan lain sebagainya. Bagian dari budaya tersebut tidak dapat lepas dari
kehidupan sosial manusia dalam masyarakat. Tidak mudah menentukan garis pemisah
antara perubahan sosial dan perubahan budaya. Tidak ada masyarakat yang tidak
memiliki kebudayaan. Sebaliknya, tidak mungkin ada kebudayaan yang tidak
terjelma dalam masyarakat.
Dengan kata lain, perubahan
sosial dan budaya memiliki satu aspek yang sama, yaitu kedua-keduanya
bersangkut paut dengan suatu penerimaan cara-cara baru atau suatu perbaikan
tentang cara suatu masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya. Meskipun perubahan
sosial dan budaya memiliki hubungan atau keterkaitan yang erat, namun keduanya
juga memiliki perbedaan.
Perbedaan
antara perubahan sosial dan budaya dapat dilihat dari arahnya. Perubahan sosial
merupakan perubahan dalam segi struktur dan hubungan sosial, sedangkan
perubahan budaya merupakan perubahan dalam segi budaya masyarakat.
Perubahan
sosial terjadi dalam segi distribusi kelompok umur, jenjang pendidikan, dan
tingkat kelahiran penduduk. Perubahan budaya meliputi penemuan dan penyebaran
masyarakat, perubahan konsep nilai susila dan moralitas, bentuk seni baru dan
kesetaraan gender. Terkadang perubahan sosial dan budaya mengalami tumpang
tindih.
Sebagai
contoh, saat ini masyarakat menginginkan adanya kesamaan gender berhubungan
dengan perubahan seperangkat norma budaya dan fungsi peran kaum laki-laki dan
perempuan secara sosial. Untuk mengatasi ketumpang tindihan tersebut maka
sering kita gunakan istilah perubahan sosial budaya untuk mencakup kedua
perubahan tersebut.
Dengan demikian, suatu perubahan
dikatakan sebagai perubahan sosial budaya apabila memiliki karakteristik
sebagai berikut.
1. Tidak ada masyarakat yang perkembangannya berhenti karena setiap masyarakat
mengalami perubahan secara cepat ataupun lambat.
2. Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan akan diikuti perubahan
pada lembaga sosial yang ada.
3. Perubahan yang berlangsung cepat biasanya akan mengakibatkan kekacauan
sementara karena orang akan berusaha untuk menyesuaikan diri dengan perubahan
yang terjadi.
4. Perubahan tidak dapat dibatasi pada bidang kebendaan atau spiritual saja
karena keduanya saling berkaitan.
C.
Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial dan Kebudayaan
Perubahan sosial yang terjadi
dalam masyarakat dibedakan atas beberapa bentuk sebagai berikut :
1. Perubahan Evolusi dan Revolusi
a. Perubahan evolusi adalah
perubahan-perubahan sosial yang terjadi dalam proses yang lambat dan dalam
waktu yang cukup lama tanpa ada kehendak tertentu dari masyarakat yang
bersangkutan. Perubahan ini ini terjadi karena adanya dorongan dari usaha
masyarakat untuk menyesuaikan diri terhadap kebutuhan-kebutuhan hidup terhadap
perkembangan masyarakat pada waktu tertentu. Misalnya, adanya modernisasi
mengakibatkan perubahan pada sistem transportasi, dan sistem perbankan.
b. Perubahan revolusi adalah perubahan yang
berlangsung secara cepat dan tidak ada kehendak atau direncanakan sebelumnya.
Perubahan ini terjadi bisa karena sudah direncanakan sebelumnya atau tidak sama
sekali. Revolusi biasanya diawali oleh ketegangan-ketegangan atau konflik dalam
masyarakat. Misalnya, peristiwa terjadinya revolusi industri di Inggris, di
mana terjadi pada tahap produksi yang awalnya tanpa mesin, berubah menuju tahap
produksi menggunakan mesin.
2. Perubahan yang Dikehendaki dan Tidak Dikehendaki
Perubahan
yang dikehendaki disebut dengan perubahan yang direncanakan dan perubahan yang
tidak dikehendaki disebut perubahan yang tidak direncanakan.
a. Perubahan yang direncanakan adalah perubahan yang
terjadi karena adanya perkiraan atau perencanaan oleh pihak-pihak yang
menghendaki perubahan tersebut. (agen of change). Misalnya, perubahan
yang dilakukan pemerintah melalui perundang-undangan untuk melarang anggota dewan
merangkap sebagai pegawai negeri sipil.
b. Perubahan yang tidak direncanakan adalah perubahan yang berlangsung di luar
kehendak dan pengawasan masyarakat. Perubahan ini biasanya menimbulkan
pertentangan yang merugikan kehidupan masyarakat yang bersangkutan. Misalnya,
kecenderungan untuk mempersingkat prosesi adat pernikahan yang memerlukan biaya
besar dan waktu lama meskipun perubahan ini tidak dikehendaki masyarakat tapi
tidak sanggup untuk menghindarinya.
3. Perubahan Kecil dan Besar
Perubahan kecil dan besar memiliki batas-batas yang
sangat relatif. Perubahan kecil diartikan perubahan yang terjadi pacta unsur
struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi
masyarakat. Contohnya perubahan model pakaian, rambut, sepatu, dan lain-lain
yang tidak berpengaruh signifikan terhadap masyarakat keseluruhan sebab tidak
menimbulkan perubahan pada lembaga kemasyarakatan. Perubahan besar adalah
perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang memberi pengaruh
langsung atau berarti bagi masyarakat. Contohnya, pengelolaan pertanian dengan
pemakaian alat pertanian dari mesin (traktor) pada masyarakat agraris merupakan
perubahan yang membawa pengaruh besar. Perubahan sosial budaya tidak mungkin
terjadi dengan sendirinya. Perubahan sosial budaya dapat terjadi karena ada
penyebabnya. Ada kemungkinan perubahan terjadi karena adanya sesuatu yang baru
dan sesuatu yang lama dianggap tidak berfungsi lagi. Adapun penyebab perubahan
sosial budaya adalah sebagai berikut.
D. Penyebab
dan Faktor Terjadinya Perubahan Sosial dan Budaya
1. Perubahan dari dalam Masyarakat
a. Perubahan Penduduk
Perubahan yang dimaksud adalah perubahan dikarenakan bertambah dan berkurangnya
jumlah penduduk. Pertambahan penduduk akan menyebabkan perubahan pada tempat
tinggal. Tempat tinggal yang semula terpusat pada lingkungan kerabat akan
berubah atau terpancar karena faktor pekerjaan. Berkurangnya penduduk juga akan
menyebabkan perubahan sosial budaya. Contoh perubahan penduduk adalah program
transmigrasi dan urbanisasi.
b.Pemberontakan Revolusi
Pemberontakan akan menyebabkan perubahan sosial budaya, contohnya pemberontakan
G 30 S/PKI. Pemberontakan G 30 S/PKI pada tahun 1965 membawa perubahan terutama
dalam sistem politik Indonesia sehingga dilarangnya ajaran komunis di
Indonesia. Pelarangan ajaran komunis di Indonesia ini disebabkan karena tidak
sesuai dengan nilai-nilai pancasila yang menjadikan dasar hidup bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara bagi bangsa Indonesia.
c.PerananNilai yang Diubah
Perubahan juga dapat disebabkan berubahnya peranan nilai di masyarakat.
Misalnya, sosialisasi program keluarga berencana mampu menghambat pertambahan
penduduk. Contohnya sebelum ada program keluarga berencana dari pemerintah,
masyarakat yang sudah berkeluarga cenderung menginginkan mempunyai anak banyak,
namun setelah ada sosialisasi program keluarga berencana masyarakat tumbuh kesadaran
untuk membatasi kelahiran anak demi masa depan dan kesejahteraan anak itu
sendiri.
d. Peran Tokoh Kharismatik
Tokoh kharismatik adalah tokoh yang disegani, dihormati dan diteladani oleh
masyarakat. Peran tokoh kharismatik membawai pengaruh dalam perubahan kehidupan
masyarakat. Misalnya, Soekarno sebagai presiden RI memiliki kharismatik
dihadapan rakyat karena keahliannya dapat berpidato dengan baik.
e. Penemuan Baru
Adanya penemuan baru dalam kehidupan masyarakat baik itu berupa ilmu
pengetahuan maupun teknologi memengaruhi dan membawai perubahan dalam
masyarakat itu. Penemuan mobil misalnya. Penemuan tersebut akan membawa
perubahan kebudayaan dan sosial masyarakat. Dalam masyarakat akan terbentuk
status sosial/berdasarkan harta (mobil) yang dimiliki. Orang yang tidak
memiliki mobil bisa dianggap status sosialnya lebih rendah dibandingkan orang
yang memilikinya. Selanjutnya, orang yang memiliki sebuah mobil bisa dianggap
lebih rendah status sosialnya dibandingkan orang yang memiliki lebih dari satu
mobil.
2. Perubahan dari Luar Masyarakat
Perubahan
sosial budaya juga dapat terjadi karena unsur dari luar masyarakat seperti
faktor geografis, kebudayaan, dan politik. Pengaruh luar masyarakat merupakan
hal yang wajar dalam perubahan sosial budaya di masyarakat. Pengaruh dari luar
masyarakat tersebut adalah sebagai berikut :
a. Pengaruh Lingkungan Alam
Pengaruh lingkungan alam sangat berpengaruh dalam terjadinya perubahan
sosial-budaya. Misalnya, tanah yang subur dapat berguna untuk lahan pertanian
sehingga masyarakat di daerah tersebut memiliki usaha sebagai petani .
Kebudayaan di tanah subur pun tidak lepas dari kehidupan sosial sebagai petani
sehingga kebudayaan tetap berhubungan dengan bidang pertanian.
b. Kebudayaan Masyarakat Lain
Kontak kebudayaan antarmasyarakat mempunyai dampak yang positif dan negatif.
Contohnya, kontak kebudayaan bangsa Indonesia dengan bangsa Barat (Eropa).
Pengaruh positif berupa transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, sedangkan
pengaruh negatif berupa pola hidup kebarat-baratan (westernis) sekelompok anak
muda.
c. Peperangan
Peperangan akan menyebabkan pengaruh negatif terhadap sebuah aspek kehidupan
masyarakat. Misalnya, perang Irak yang membawa derita dan trauma berkepanjangan
bagi rakyat Irak. Selain disebabkan oleh beberapa hal di atas, suatu perubahan
sosial budaya terjadi karena adanya faktor yang menyebabkannya. Faktor yang
menyebabkan perubahan sosial budaya terdiri atas faktor pendorong dan
penghambat.
1. Faktor Pendorong Perubahan Sosial
Budaya
a. Timbunan Kebudayaan dan Penemuan Baru
Kebudayaan dalam masyarakat selalu mengalami penimbunan atau penumpukan,yaitu
budaya masyarakat semakin beragam dan bertambah. Bertambah dan beragamnya
budaya ini umumnya disebabkan oleh adanya penemuan baru dalam masyarakat.
b. Perubahan Jumlah Penduduk
Bertambah dan berkurangnya jumlah penduduk suatu daerah mengakibatkan perubahan
struktur masyarakat terutama lembaga kemasyarakatannya.
c. Pertentangan atau Konflik
Pertentangan yang terjadi dalam masyarakat karena kemajemukan menyebabkan
perubahan sosial. Dalam masyarakat yang heterogen, sifat individualistis masih
lekat sehingga satu sama lainnya tidak memiliki hubungan yang dekat. Padahal
sumber kebutuhan semakin terbatas. Persaingan untuk memperebutkan sumber
kebutuhan mendorong masyarakat untuk berkreasi menciptakan alternatif pemenuhan
sumber kebutuhan.
d. Terjadinya Pemberontakan atau Revolusi
Perubahan sosial budaya dapat bersumber dari luar masyarakat itu sendiri di
antaranya sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik di sekitar manusia,
seperti bencana alam; dan peperangan.
e. Sistem Terbuka Lapisan Masyarakat
Masyarakat dengan sistem lapisan yang terbuka cenderung lebih mudah mengalami
perubahan daripada dengan sistem lapisan tertutup. Masyarakat akan cenderung
memberikan kesempatan berkarya bagi manusia-manusia yang potensial.
f. Sikap Menghargai Hasil Karya Seseorang dan
Keinginan untuk Maju
Sikap masyarakat yang mau menghargai hasil karya orang lain akan membuat orang
terdorong untuk melakukan penelitian. Dengan demikian akan menghasilkan sebuah
karya yang berguna bagi masyarakat.
g. Sistem Pendidikan Formal yang Maju
Kualitas pendidikan yang tinggi mampu mengubah pola pikir. Masyarakat yang
memiliki pendidikan tinggi akan lebih rasional dalam berpikir dan bertindak.
h.
Orientasi ke Masa Depan
Keinginan untuk memperoleh masa depan yang lebih baik akan mendorong perubahan
sosial budaya masyarakat.
i.
Akulturasi
Akulturasi merupakan pertemuan dua kebudayaan dari bangsa yang berbeda dan
saling memengaruhi. Proses akulturasi berlangsung lama dan terus-menerus.
Proses ini berakibat pada perpaduan kebudayaan sehingga pola budaya semua akan
berubah.
j.
Asimilasi
Asimilasi adalah perpaduan dua kebudayaan yang berbeda secara berangsurangsur
berkembang sehingga memunculkan budaya baru
2. Faktor
Penghambat Perubahan Sosial Budaya
a.
Perkembangan ilmu pengetahuan yang terhambat.
b. Sikap masyarakat yang sangat tradisional.
c. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain.
d. Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam kuat.
e. Rasa takut dengan adanya kegoyahan pada integrasi kebudayaan.
f. Hambatan yang bersifat ideologis.
g. Adat atau kebiasaan.
h. Prasangka terhadap hal-hal baru dan menilai bahwa hidup ini buruk, susah,
dan tidak mungkin diperbaiki.
3. Dampak Perubahan Sosial Budaya
Faktor-faktor perubahan sosial
budaya tersebut secara langsung atau tidak langsung akan memberikan dampak
negatif dan positif. Kita tidak khawatir jika perubahan yang terjadi bersifat
positif karena perubahah positif akan memberikan pengaruh baik. Namun,
kita harus berhati-hati dengan dampak negatif yang muncul.
a. Akibat Positif
Perubahan dapat terjadi apabila masyarakat dengan kebudayaan mampu menyesuaikan
diri dengan gerak perubahan. Keadaan masyarakat yang memiliki kemampuan dalam
menyesuaikan disebut adjusment, sedangkan bentuk penyesuaian masyarakat dengan
gerak perubahan disebut integrasi.
b. Akibat Negatif
Akibat negatif terjadi apabila masyarakat dengan kebudayaannya tidak mampu
menyesuaikan diri dengan gerak perubahan. Ketidakmampuan dalam menyesuaikan
diri dengan perubahan disebut maladjusment. Maladjusment akan menimbulkan
disintegrasi.
Penerimaan masyarakat terhadap
perubahan sosial budaya dapat dilihat dari perilaku masyarakat yang
bersangkutan. Apabila perubahan sosial budaya tersebut tidak berpengaruh pada
keberadaan atau pelaksanaan nilai dan norma maka perilaku masyarakat akan
positif. Namun, jika perubahan sosial budaya tersebut menyimpang atau berpengaruh
pada nilai dan norma maka perilaku masyarakat akan negatif. Contoh perilaku
masyarakat karena adanya peruabahan sosial budaya adalah sebagai berikut :
1. Aksi protes
Aksi protes adalah pergolakan massa yang bersifat umum sebagai perwujudan rasa
tidak puas terhadap keputusan-keputusan dan kejadian di masyarakat.
2. Demonstrasi
Demonstrasi adalah gerakan massa yang bersifat langsung dan terbuka serta
dengan lisan ataupun tulisan dalam memperjuangkan kepentingan yang disebabkan
oleh adanya penyimpangan sistem, perubahan inskonstitusional, dan tidak
efektivitas sistem yang berlaku.
3. Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja merupakan suatu perbuatan yang bersifat antisocial yang
dilakukan oleh anak remaja. Kenakalan remaja dapat terjadi karena faktor
keluarga tidak harmonis sehingga anak bersikap menentang dan melanggar norma
dalam keluarga.
4. Kriminalitas
Kriminalitas adalah pelanggaran norma hkum yang dilakukan seseorang dan diancam
sanksi pidana. Penyebab kriminalitas adalah pertentangan kebudayaan, perbedaan
ideologi politik, perbedaan pendapat mental yang tidak stabil.
5. Pergolakan daerah
Pergolakan daerah adalah gerakan sosial vertikal dan horizontal yang dilakukan
secara serentak dengan banyak cara untuk memaksakan kehendak.
F. Perilaku Kritis Adanya Pengaruh Perubahan Sosial Budaya
Penerimaan
masyarakat pada perubahan sosial budaya dilihat dari perubahan sikap masyarakat
yang bersangkutan. Jika perubahan sosial budaya tersebut tidak memengaruhi
keberadaan nilai dan norma yang sudah ada di masyarakat maka sikap masyarakat
akan positif. Namun, jika perubahan sosial budaya tersebut menyimpang atau
memengaruhi nilai dan norma yang benar maka sikap masyarakat akan negatif.
Contoh sikap masyarakat karena
adanya perubahan sosial budaya adalah sebagai berikut:
1. Aksi protes adalah pergolakan massa yang bersifat umum sebagai perwujudan
rasa tidak puas terhadap keputusan-keputusan dan kejadian di masyarakat.
2. Demonstrasi adalah gerakan massa yang bersifat langsung dan terbuka serta
dengan lisan ataupun tulisan dalam memperjuangkan kepentingan yang disebabkan
oleh adanya penyimpangan sistem, perubahan yang inskontitusional dan tidak
efektifnya sistem yang berlaku.
3. Kenakalan remaja adalah suatu perbuatan antisosial yang
dilakukan oleh anak remaja. Kenakalan remaja muncul dari keluarga yang tidak
harmonis karena kurangnya pengawasan dalam keluarga. Bentuk-bentuk kenakalan
remaja adalah membolos sekolah, berkelahi, minum-minuman keras, dan mengebut di
jalan raya.
4. Kriminalitas adalah pelanggaran norma hukum yang
dilakukan seseorang dan dapat diancam sanksi pidana. Kriminalitas
disebabkan oleh pertentangan kebudayaan, perbedaan ideologi politik, perbedaan
pendapat dari mental yang tidak stabil.
5. Pergolakan daerah adalah gerakan sosial vertikal dan horizontal yang
dilakukan secara serentak dengan banyak cara untuk memaksakan kehendak.
Perubahan sosial dan budaya membawa dampak positif
dan negatif terhadap kehidupan. Kita harus waspada terhadap hal-hal yang
menimbulkan perubahan yang mengarah ke hal negatif. Kita harus mempunyai sikap
tegas menolak terhadap perubahan yang membawa ke arah negatif. Kita
dapat mengambil pengaruh positifnya dengan tetap berpedoman pada nilai dan
norma masyarakat. Adapun hal-hal yang dapat dilakukan terhadap pengaruh dari luar,
antara lain sebagai berikut:
1. Mengambil pengaruh positif budaya Barat, seperti tepat waktu (disiplin),
belajar keras, dan rajin belajar berbagai ilmu pengetahuan.
2. Membentengi diri dengan ilmu agama.
3. Mengenal dan mencintai kebudayaan sendiri serta berusaha melestarikannya.